Senin, 02 Maret 2015

I LOVE YOU 그런가봐요


Perasaan yang selama ini ada. Tertancap lama sekitar tahun 2013 yang tak pernah disadari oleh seorang perempuan yang masih menimbang pemikirannya "apakah lelaki ini serius?" belum yakin, itulah yang ada di otaknya saat itu. Dia memutuskan "hubungan"nya agar lelaki itu mencari perempuan yang lebih baik darinya. Mungkin itu jawaban yang tepat. "Mengapa" pertanyaan itu tersasar pada perempuan yang "menolak" dari keseriusan lelaki itu. "Ya aku gak tau, pasti ada cewek yang lebih baik" berat rasanya mengatakan hal itu, pasti. Bingung. Sudah jelas.

Saat melihatnya lagi. Hati perempuan itu masih saja melihat sosoknya yang "sama". Menjalani hubungan yang benar-benar flat tidak seperti pada waktu lalu. Saat bersamanya perasaan ini berbeda dengan bersama lelaki lainnya. Apakah ini suka? Atau semacamnya? Tidak. Sangkal perempuan itu.

Saat perempuan itu berada di tempat pelayanannya. Ada isu yang beredar bahwa lelaki itu dengan perempuan lain. Kaget. Iya. Sedih. Iya. Cemburu. Tidak. Lelaki itu benar-benar membuat perempuan itu bertanya-tanya. Apa maksudnya ini? Kenapa tiba-tiba seperti ini? Bukannya dia mengatakan bahwa akan serius dengan perempuan itu.... Perempuan itu sempat lupa bahwa secara tidak langsung dia sudah menolak lelaki yang sebenarnya memiliki perasaan yang sama.

Lelaki yang selama ini dibenaknya, dia seorang. Belum ada dari lelaki didunia sekitarnya yang bisa membuat perempuan ini sedih dan merasa bodoh apalagi ketika melihat mesin waktu yang sudah terjalan 1 tahun, perasaannya sudah berubah tapi perempuan itu tidak sama sekali. Hanya beberapa teman sepelayanan yang bisa mengerti hati nya saat ini. Tak mudah melupakan momen lama yang sudah terjadi, apalagi kenangan yang manis diangannya.

Memang sekarang mereka lebih dekat daripada sebelumnya. Ya secara berteman. Lelaki itu juga mengatakan bahwa "iya sama, aku juga lebih dekat denganmu" ini memandingkan dengan perempuan yang disukai oleh lelaki saat ini. Senang? Mungkin. Perempuan itu sadar betul bahwa dirinya masih tetap menganggap lelaki itu seperti satu tahun yang lalu. Padahal tahun 2014 dia dan lelaki itu sempat memperbincangkan perasaannya masing-masing, ada kesalah pahaman dan tergesa-gesa saat keduanya mengambil keputusan. Terlanjur. Benar. Hawa dingin yang merasuki tubuh sang perempuan membuat hatinya beku saat sepintas perkataan lelaki menusuk relung tulang rusuknya. Sudah saatnya lelaki itu pergi dari ruang hati perempuan.

Dua tahun berjalan, perasaannya masih melingkupi perempuan itu. Meski dua kakak kelas juga sama-sama mengincarnya untuk mendapatkan cinta perempuan itu, tetapi apa yang dikatakannya "Tetap saja dia yang pertama menyatakan" ironi. Dekat-dekat ini beberapa lagu yang menggambarkan perasaannya, bisa jadi tersadar didalam sepinya selama ini. Apakah terlambat?? Mungkin.
Belum padam juga perasaannya, memang perempuan itu merasa "Sepertinya aku menyukaimu. No, no aku tidak pernah menyukaimu" Tidak memilki, merasa sedih ketika bersama yang lain. Itu aneh sekali. Lambat laun, sesuai berjalannya waktu dirinya tersadar dengan celetukan dari salah satu kakak-kakaknya "Kamu takut menjalin hubungan bersamanya?" Deg. Seakan jantung perempuan itu berhenti beberapa detik. Kemungkinan besar. Selain itu lelaki yang semula menyukai si perempuan masih bimbang dengan perasaannya sendiri, belum memilih.

1 Maret 2015. Usai pelayanan dan mengantar teman, tepat saat hujan menghujam tubuhnya meski telah memakai mantel, rintikan keras hujan membasahi wajahnya sehingga perempuan itu terlihat menangis. Dia berkata "Tetap sama, tidak berubah, masih konstan. Aku menyukainya". Bila harus memaksa mencari yang lain akankah sama? Perempuan itu hanya berserah kepada Tuhan. Jika tidak dikehendaki biarlah kehendak-Nya yang jadi

0 komentar:

Posting Komentar