malam,
sejak tadi pagi aku berpikir.. daripada memikirkan kematian yang ada diotakku.. sahabatku baru saja mendapatkan hasil yang kurang mengenakan dari rumah sakit. sejujur aku nggak tau harus ngapain? mau berpura-pura menguatkan? sementara perasaannya saja aku nggak paham.. aku beneran nggak mau dia putus asa untuk berjuang melawan sakitnya, itu yang kurasakan saat 2 tahun yang lalu seseorang sedang berada di icu, dan aku sama sekali nggak bisa kesana karena masa pandemi. sedih, marah, bingung dan hal yang lain masih ada dibenakku. entah itu hal yang positif atau bukan. meminta kesembuhan apakah sesuatu hal yang egois? tapi aku juga gak tau harus berharap sama siapa selain Tuhan yang punya hidup. aku berusaha tegar, berusaha untuk bisa semuanya akan baik-baik saja.. tapi hati yang terdalam nggak bisa segampang itu seperti kata-kata dimulut. banyak yang harus dipikirkan, tapi saat ini sedikit yang bisa dikerjakan, miris dan mengerikan. manusia satu ini, aku maksudnya. apakah hari hari akhir ini akan terbuang sia-sia? apakah keadaan yang semakin mencemaskan ini akan menjadi indah pada waktunya? aku ingin percaya hal itu, Tuhan aku mohon. aku nggak tau harus ngapain lagi. tolong temanku, aku harus ngapain supaya temenku sembuh? jebal...
0 komentar:
Posting Komentar