Sabtu, 28 September 2019

KURANG MENGUCAP SYUKURーここまで

Hai, karena dirasa lama nggak unggah post sama sekali, sepertinya hari ini adalah saat yang tepat untuk mengurusi sedikit dunia kecilku. #halah

Hari ini setelah cell group (CG), sekita pukul 13.00 aku pulang ke rumah, berniat untuk istirahat supaya bisa ikut doa malam nanti jam 18.00. Tapi sayangnya, ketika makan bakso, lambungku meronta untuk menerima makanan itu. Akhirnya aku memutuskan untuk duduk sejenak dan minum beberapa tegukan. Setelah itu badanku sudah super duper nggak enak buat berdiri dan ada warna hitam didekat mata kaki, mungkin kecapekan, pikirku. Akhirnya aku tidur, ditengah-tengah perjalanan tidur sepertinya makananku naik keatas. Ya muntah air. Okelah untuk gak keluar semua itu makanan, aku lanjut tidur lagi. Sekitar jam 15.30an mungkin ya (ngelihat dari jendela, masih belum gelap) perasaanku sudah kayak diujung maut (lebay sih) tapi kayak ada bisikan, "kamu mau kayak gini terus hidupmu? inget, kamu bisa meninggal" ya sontak aku langsung melek, dan kepala pusingnya bukan main lalu dalam posisi terlentang, makananya langsung naik ke mulutku sempet kesembur sedikit (netes ke beberapa spot di kasur) dan langsung lari ke wc untuk ngeluarkan muntahan. Well, buanyak banget yang keluar, makanan dari pagi juga ikutan. Sedih banget juga, karena rada bercecer di area luar klosetnya. Lucunya aku nggak teriak "hoek" ya sekali sih, terus selanjutnya nggak bunyi, kok bisa? Ortu yang kamarnya sebelah wc, nggak denger sama sekali aku muntah soalnya. Itu kabar yang bagus buatku. Tipikal anak yang mungkin cuma kecapekan, terus butuh tidur aja nggak perlu bilang mak-bapake kan? Aku maksudnya. Sudah aku guyang pake air buat bersihin beberapa yang keluar dari jalur. Akhirnya ya aku minum air, duduk, doa. Di titik ini bukan badan aja yang lemah, tapi pikiran juga. Sejak kapan aku selalu mengandalkan diriku ini? Bisa apa sih aku? Sudah lama sekali, sepertinya aku sadar bahwa setiap hari aku nggak berdoa, terkadang makan pun aku cuma bilang "Tuhan, makasih untuk makanan ini. Debby mau makan" fine nggak salah. Tapi kayaknya emang nggak ada ucapan syukur disitu. Salah satu contoh kecil ya. Tahun ini aku nggak habis pikir sih, kenapa ya aku kayak gini? Harus diingetkan melalui sakit dulu ya baru tobat? (tbh, tahun ini sakit terparahku ini) nggak pernah muntah dan demam. Perutpun masih sakit ini. Tapi aku percaya, bakalan sembuh dengan cepat kalau aku mau taat, sambil Tuhan memulihkan. Ya ini sedikit sharing, karena mungkin dengan posting-an ini aku jadi nggak males nulis lagi hehe (semoga ada percikan sampe membakar) #amin

0 komentar:

Posting Komentar