photo by: annisa hanako
Selamat Malam!
Bingung ini mau ngomong darimana? Jadi tanggal 15 September - 25 September 2018 Author berangkat ke Jepang!!😂😂 /tears of joy
Ini bermula ketika sehabis pulang dari rumahnya Hanako, kita sudah saling cerita soal kuliah, nostalgia dulu SMP dan SMA gimana, kemudian bahas keluarga, Special Girls sama masa depan /eh dikit banget sih part ini/ lalu yang terakhir adalah pertimbang Author mau berangkat atau enggak.
Setelah sampai rumah, Author selalu ambil botol dan diisi air untuk minum di kamar (karena kamar Author ada diatas). Jadi seperti biasanya sih, Author ke kamar ortu untuk ngobrol bareng sama mereka. Ya untuk sekedar cerita yang kita sama-sama alami seharian tadi, lalu Author kan jadi keingetanan trip ke Jepang untuk September besok.. dan sekalian cek harga tiket PP karena ada promo juga 70% . . . ternyata 30% berangkat dan 50% pulang yaudah langsung laporan sama bapak.
"Ya coba loh beli"
"Hah? Sek.. sek" sambil nge-klik next payment
"Loh salah rek.." ceritanya emang bapak lagi main game
"Ini.. terus?"
"Ambilen kartu kreditnya bapak" Author langsung ngambil kan, dan ngikutin perintah
"Ini beneran tah pak?"
"Bapak gak pernah nyoba sih(kartu kreditnya)"
"Sudah.. ini dah tak send.. *TING (suara hapenya bapak bunyi) 50xxx"
"Sudah masuk?"
"Masih nunggu..."
-- CONFIRMED --
"Pak.. makasih banyaaaaaaaaak" oke Author sedikit menitik air mata dan langsung meluk, dan bapak Author tetep stay cool gitu
"Iya, nanti itu di cetak sebelum berangkat.. terus harus berangkat yang deket dulu"
"Tapi.. aku kan pengen ini jadi first exprience ku naik pesawat"
"Enggak, kamu masih buta yang namanya bandara."
Well.. disini Author bener-bener gak bisa ngomong apa2 sih, selain senang campur gak percaya. Terus sekali lagi Author peluk dan cium bapak.. dan back to my room. dan disitu Author nangis sambil ngucap syukur sama Tuhan. Tuhan kasih buanyak kesempatan dan waktu tapi Author pribadi gak bisa gunakan itu sebaik-baiknya, malah banyak hal yang ngecewain.. Sebenernya hadiah ini bener-bener gak pantes buat Author tapi bisa dapetin. Pemikiran Author cuma satu sih, bisa gak bales ini semua? meskipun bukan soal kekekalan, yang seperempat part of my life aja kayak gini, apalagi kalau sudah ketemu sama Bapa di sorga kayak gimana rasanya, lebih bahagia lagi.
For info, untuk mengenai keberangkatan ke Jepang ini benar-bener diluar ekspetasi.. Bukan pesimis gak bisa, tapi sudah terlihat mata kalau gak bisa kesana. Awalnya cuma dikasih tau kalau teman Author mau ke Jepang September besok menghadiri wisuda kakaknya, lalu dia iseng ngajak dan masih ditanyakan ke orang tuanya soal biaya hidup disana. Ya Author coba mengkhayal sejenak kalau bisa kesana, nginep dimana makan apa aja dan makai transportnya ottoke (gimana)?
Beberapa hari setelah teman Author ngabari untuk soal tempat tinggal, dia akan usahain tanggung alias Author bisa nginep di apartemen yg sama kayak dia. Lalu, makannya gimana nih? Berarti uang akomodasi (ah maaf maksudnya penghitungan, karena belum sama sekali nabung. itu kisaran akhir Maret tengah-tengah baru dikasih tau) beralih ke makan.. belum juga transportasi PP dan kereta / bus kesana... Sekitar akhir Mei atau awal April akhirnya dikasih tau lagi untuk makan diikutkan juga..
Titik poin ini, Author mau meyakinkan diri untuk tahun ini beneran harus berangkat. Bagaimana caranya ngumpulkan untuk sebanyak "juta" untuk membeli tiket pulang dan pergi. Ini masalahnya negara dan negara bukan kota ke kota lain. Sampai akhirnya hari Sabtu tanggal 21 April 2018, pukul 23.29 Author secara resmi memiliki tiket menuju Jepang. Meskipun ada beberapa hal yang belum di urus. Tapi Author mau tetap mempertanggung jawabkan apa yang sudah Tuhan beri.
Titik poin ini, Author mau meyakinkan diri untuk tahun ini beneran harus berangkat. Bagaimana caranya ngumpulkan untuk sebanyak "juta" untuk membeli tiket pulang dan pergi. Ini masalahnya negara dan negara bukan kota ke kota lain. Sampai akhirnya hari Sabtu tanggal 21 April 2018, pukul 23.29 Author secara resmi memiliki tiket menuju Jepang. Meskipun ada beberapa hal yang belum di urus. Tapi Author mau tetap mempertanggung jawabkan apa yang sudah Tuhan beri.
Mungkin ini memang gak terjadi sama semua orang, tapi disini Author mau sharing mengenai hal yang tidak masuk akal ini. Rasanya benar-benar tidak bisa dipercaya tapi bisa sangat terlihat jelas dimata Author. Author bukan orang yang suka banyak bersyukur, malah cenderung banyak mengeluh sama Tuhan dan banyak hal juga yang sering banget gak bisa jadi teladan bagi lingkungan sekitar. Tapi karena hal itu, Author sadar kalau sebenernya semuanya anugerah, Author bukanlah siapa-siapa dan mungkin bisa dikatakan tidak ada artinya.
Terimakasih Tuhan Yesus. Terimakasih.

0 komentar:
Posting Komentar