Kamis, 03 November 2016

COURAGE

Taichi Yagami's crest

Hiyaa.. ketemu lagi! Sekarang Author ngomong sama siapa nih? Sudahlah lupakan.. Hai blogger lain! Kesendirianku yang lain hihi.. Oke mulai gak jelas. STOP!
Ehem.. Hari ini bersykur sekaligus sedikit deg-degan apa yang baru saja aku lakukan tadi, ya pekan ini bisa dibilang mengabaikan segala sesuatu demi satu DL yang sudah 5 bulan belum terselesaikan. Cukup parah bukan? Makanya dikejar bisa cepat sampai digaris finish. Kali ini lebih lemot dari biasanya, aku gak tahu apa sebabnya sih, sudah 2-3x restart masih aja kayak gini. Makanya sempet diemin sebentar sambil ngerjakan hal yang lain untuk di posting (ya yang buat hati melunjak). Aku kasihan sama temenku yang kena imbas, karena tidak ada pertanggung jawaban dariku. Maaf ya sekali lagi. Terus lanjutnya, kakak laki-laki sudah mulai memberanikan diri untuk tidak "unsocial" lagi. Aku berharap ini akan terus berlanjut sampai dia tua. Berdoa yang terbaik untuk dia, supaya benar-benar terjadi perubahan didirinya. Sebisa mungkin aku pasti bantu kok. Jangan khawatir ya! Pribadi yang tahu aku banget ya dia ini, ya kadang banyak gak peka tapi dia yang mesti tak jadikan sasaran amarah kalau aku lagi kesel. Lah terus apa hubungannya dengan judul Thor? Oke kita akan bahas.

"Crest ini memancarkan cahayanya saat Taichi Yagami hendak memasuki area dengan tegangan listrik yang cukup untuk mematikan nyawanya. Dia awalnya pede banget dengan "keberanian" yang dimilikinya tapi setelah tahu bahwa manusia yang berada di "digital world" akan mati secara real ketika dia tewas didalam dunia tersebut. Jadi ke-singkronan dunia asli dan dunia digital bisa dikatakan sama, meskipun posisi Taichi dkk adalah "data" waktu itu. Izumi Koushiro lah yang menyadarkan hal ini pada Taichi Yagami. Setelah dia mengerti kebenaran tersebut, dia malah semakin ragu akan jalan yang hendak dia tempuh terutama saat itu dia harus menyelamatkan Sora Takenouichi yang sedang disergap. Ini sudah berbanding terbalik dengan sifat yang dia miliki waktu itu. Tapi bagaimanapun tekad untuk membawa kabur temannya jauh lebih kuat dan dia akhirnya tidak takut untuk menerima resiko yang ada."

Dalam cerita tersebut sedikit mengungkapkan keadaan kakakku dulu. Mungkin tidak seberani Taichi tetapi dia tidak sediem sekarang. Aku cukup memperhatikannya saat dia di rumah ketika aku pulang dari sekolah atau pelayanan. Dasar plegmatis jelekku adalah "terlalu cuek" sehingga hanya sekilas memperhatikan sudah "cukup" bagiku. Bahkan "urusanmu ya urusanmu". Teman-teman kalau ingin tahu hubunganku dengan kakakku ini renggang saat aku mulai kelas 10, dimana aku mengenal pelayanan siswa. Bukan karena pelayanannya yang salah tapi akunya yg terlalu egois untuk mementingkan diriku sendiri. Banyak sekali yang gak bisa diungkapkan selalu beberapa tahun.. Ohya sampai lupa, aku sama kakak adalah orang terdekat ketimbang dengan keluarga lain (iyalah). Kita akrab banget kok, sampai aku bener-bener pasti ada waktu buat dia. Main monopoli, kartu digimon-yugioh-duel master, laptop, mainan anak kecil sembunyi-bunyian, gobak sodor, boi-boian dsb. Masa-masa menyenangkan. Memang sekarang bukan waktunya untuk main. Tapi bagaimana aku dan kakak bisa punya rasa bertanggung jawab yang besar. Lalu care satu sama lain. Menurutku topik yang sedang aku bahas ini berpengaruh. Karena kalau kita tidak berani ambil keputusan, akan gantung terus dong kayak hubungan? WAKAKAKAKA #gampar

0 komentar:

Posting Komentar