Citraland, Surabaya 2015 | Photo by @lindapdw
Hm. Sekian lama tidak menemukan foto tersebut ternyata nyelip di folder lama hihi
Bukan mau bahas itu heh! Oke skip adegan ini. . . *krik* he to llo?
Bersyukur sekali Author akhirnya bisa cerita ke bokap. Please lu gak pernah ngomong "bokap"? Oke maksudnya Bapak. Jadi sebenarnya hari Senin kemarin ada text masuk dan dari perguruan tinggi swasta yang menerimaku untuk menjadi mahasiswa. Sebelumnya memang aku mendaftar tanggal 5 Agustus kemarin tetapi bukan untuk periode 2016-2017 tetapi untuk tahun depan karena bayar untuk awal lebih murah jauh ketimbang periode ini. Jadi dengan "pasrah" karena tidak ada perguruan tinggi swasta lain yang aku pikirkan makanya yasudahlah disitu aja. Tapi lambat laun setelah mendaftar hati tidak semantap pada waktu hari itu. Kemungkinan ada satu bulan untuk aku memikirkan "bagaimana aku menjadi mahasiswa tahun depan". Berbagai pertimbangan yang membuatku makin yakin tidak kesana jauh lebih banyak daripada aku harus kuliah disana, itu sudah termasuk berdoa meskipun aku kurang yakin sama pergumulanku tapi sejujurnya ya gak mau nyerah untuk menyerahkan semua masa depan kepada yang punya hidup. Aku punya pemikiran akan mengikuti ujian SBMPTN tahun depan dan berharapnya juga tidak main-main seperti tahun ini. Penyesalan selalu datang terakhir, banyak banget sebenernya yang buat stres tentang kuliah ya because it is connection with future jadi.. gak bisa main-main lagi. Ingat usia juga sih, ternyata udah agak tua juga wkwk
Ini juga kesiakan kalinya atur hidup lagi, kali ini juga gak mau bantah omongannya ibu, lebih banyak nurut harusnya. Bukannya bangkang cuma pengennya emang pake pertimbanganku ketimbang beliau. Tapi lambat laun emang Tuhan tunjukan harusnya jangan kayak gitu, lihat keeogoisan diri, memalukan tahu. Kalau banyak harapan kayaknya banyak banget dan jeng jeng aku takut yang tak harapankan adalah sesuatu yang tidak penting atau cuma kepentinganku sendiri. Soalnya kadang kalau semisal ikut seminar diberbagai tempat ketegur setiap harinya dan mikir lagi "bener gak ya?" mental emang gak main-main dalam soal psikologis manusia, too much think you should have many problem and it's not good & not true for you. Jadi maksudnya kebanyakan mikir atau selalu memikirkan hal ini itu (mau mengerjakan banyak hal) terlalu mentang-mentang banyak yang harus dipikir itu buat kita lebih "merasa digunakan" padahal aku ini manusia berdosa yang butuh Juruselamat. Menyelamatkan hidup. Itu jeleknya aku ketika memikirkan banyak hal dan buat stres
2016 一 kalau melihat dari beberapa blog yang aku tulis harapanku cuma satu yang benar-benar aku pengen kerjakan
"gak mikir itu dulu"
dan nyatanya... Puji Tuhan sudah tidak terpikir lagi karena kesibukan yang melimpah #bangga #tidak
lebih tepatnya berangsur pulih dan Tuhan yang memberi kekuatan. Selalu keinget perkataan setiap orang yang mendukung author secara pribadi dan thankyou again to God for people who take caring and loving of me.
I want look at straight not back again, the past is in the past (but thankyou so much and apologies for everything I've done!), be honest because He did first for all people (one of them is me). Everything is gonna be okay. I have to walking with God not just today but everyday.
So you can look this post's photo, I don't know Linda took the picture but it's very nice, I choose that photo cus' I keep walking. It is hard, but I can with God.
0 komentar:
Posting Komentar