Rabu, 16 September 2015

I DO BELIEVE YOU

"darimu aku bisa memikirkan apa yang tak bisa kutebak"

Sekolah Menengah Atas adalah masa dimana aku tidak bisa mengulangnya. Tidak pernah terpungkiri saat menginjak dibangku ini, menjalaninya dengan penuh tantangan didalamnya. Tak heran sikapku menjadi lebih "sedikit dewasa", setidaknya ada kemajuan didalamnya. Keluarga, sekolah dan pelayanan membuatku berfikir keras untuk mengerjakan semuanya itu. Tapi aku percaya satu hal, Tuhan menyertaiku sampai tiga tahun ini. Tidak hanya menempuh akademik, mengenalmupun disini.

Dimana kita pertamakali bertemu tidak pernah tegur sapa dan mungkin tidak ada jalinan pertemanan antara aku dan kamu. Melihatmu berpakaian berbeda dengan lelaki kebanyakan, membuatku menjadi merasa ingin menyindirmu, tapi kusadar itu ciri khas yang ada padamu, meski benar-benar aneh. Setahun berjalan, ternyata takdir menyatukan kita berada di kelas yang sama. Sampai sejauh ini aku tidak berfikir bisa berteman denganmu. Malah aku tetap menanggapmu lelaki yang aneh, banget. Kamu... yang selalu baper saat diingatkan soal mantan kekasih dan tidak sungkan untuk menggoda teman-teman sekelas, terutama teman perempuan yang sekiranya sering galau saat jam-jam tertentu hahaha

Suatu hari dimana aku sedang berbincang dengan teman sebangkuku, tiba-tiba datanglah seorang gundul dihadapan kami berdua. "bisa bantu aku buat puisi cinta?" kalimat pertama yang diucapkannya. Seketika itu juga aku dan teman sebangkuku saling bertatap muka dengan heran. Disitulah awal mula kami berkenalan, dia bercerita soal seseorang yang dia suka dan ingin menjalin hubungan yang lebih dari teman bersamanya. Dengan berbagai usaha untuk mengetahui tentang gadis itu membuatnya ingin terus memperjuangkannya. Singkat cerita... perempuan itu lebih memilih temannya daripada dia. Sedih, yang dirasakannya. Aku hanya memberi dukungan melalui ucapan dan tidak bisa menepuk punggungnya. Semester kedua, teman sebangkuku mengalami konflik yang agak cukup serius dan membuatku kesal. Sekitar akhir April aku melihatnya didepan tangga sekolah dengan bersiap-siap pergi ke lapangan untuk melakukan kegiatan ekstrakulikuler futsal, lalu berpikir pendeklah diriku untuk bersandiwara denganmu. Menjalin hubungan tanpa status dengan memasang nama distatus social media kita masing-masing, seola-olah sudah saling memiliki. Dan sempat terhenti karna itu tidak membuahkan hasil sama sekali. Tepat tanggal 5 Mei 2015 drama itu muncul kembali dengan motif yang berbeda. Bodoh, iya. Selang seminggu setelah menjalani aku bertanya kepadanya "kamu tidak menyukaiku kan?" dia menjawab "hati ini masih tersimpan di lemari dan kututup. sampai sekarang aku belum membukanya, jadi tenang aja" perasaan lega ada dihatiku saat itu.

Kulalui hari-hariku dengan perasaan yang sama. Aku merasa kedekatan ini tetap ada. Dan kaulah orang yang membuatku bisa mengkritisi lingkungan sekitar, dengan teorimu yang mungkin ada beberapa hal yang tidak bisa kuterima tetapi aku menghargai itu. Jarang sekali melihat orang sepertimu (aku membandingkanmu dengan "teman-temanmu"). Meski aku tau kita tidak terlalu dekat (tapi itu lebih baik) dan banyak sekali teman-teman yang mengerubungimu, tapi itu tidak membuatku goyah untuk mempertahankan pertemanan kita.

Melepas bet kuning bertulisan "XI-P" dan menggantinya dengan "XII-P" tersadar bahwa aku menjadi senior pada tahun ini. Kau tetap seperti biasanya, berada dibangku pojok sedikit kebelakang. Aku memperhatikanmu untuk kesekian kalinya karna sedang belajar untuk memperhatikan seseorang, maaf jika dirimu yang kujadikan kelinci percobaan, ada satu misi yang harus kuselesaikan. Tapi itu tak membuatku memiliki perasaan yang "lebih" untukmu, "jadi tenang saja".

Kemarin tanggal 1-3 September 2015, aku memenuhi janji yang sudah ter-ikarkan pada awal kelas 11. Pelebahan, Tretes adalah tempat untuk mengikuti LDKS. Aku menjadi panitia untuk acara tersebut dan semata-matanya karna untuk OSIS angkatan yang sudah bekerja denganku selama satu tahun lalu. Menjadi salah satu sie disiplin membuatku harus lebih bersikap bertanggung jawab saat memberikan contoh kepada peserta. Selain aku dan teman-teman OSIS lainnya, kamu yang menyandang sebagai MPK ikut serta juga. Malam menjelang dini hari untuk menempati pos pertama aku benar-benar menggigil kedinginan. Tak ada yang bisa diandalkan selain sweater yang melekat. Setelah selesai memberikan pertanyaan untuk semua kelompok, bergegaslah aku dan partner pos menuju pos kedua dengan menahan cuaca yang benar-benar tak mendukung. Bertemulah aku dan kamu didekat pos dua, dan menukarkan sweater dan jaket yang melekat pada kita. Aku sangat yakin bahwa sweaterku itu kekecilan untukmu. Pada akhirnya km mengembalikannya. Tidak habis pikir melihatmu hanya dengan baju lengan panjang bertahan dicuaca ekstrim ini. Pagi harinya, masih memakai jaketnya aku keluar basecamp dan menuju ke lapangan kedua(sebelah lapangan utama) untuk mempersiapkan outbond setelah jalan sehat. Hawa dingin masih merasuk ke kulit, tiba-tiba dia datang yang juga habis bangun tidur membantuku untuk mengerjakan salah satu permainan.
Jelajah Malam kedua, setelah inagurasi dengan peserta tim per-pos berkumpul untuk breafing sejenak. Aku dipasangkan denganmu. Untung saja, pos kami tidak terlalu jauh dari Villa. Setelah kami duduk di area ban (ya karna banyak ban disitu), terdiam sejenak karna hawa yang benar-benar lebih dingin daripada hari pertama. Memulai obrolan normal seperti biasanya sambil menunggu peserta pertama untuk diwawancarai. Kami membicarakan apa yang menurutku "cukup serius" meski terkadang dia selalu menyela dengan candaan. Tapi itu tak mengapa untukku, asalkan dia menangkap apa yang kubicarakan. Aku tidak bisa menceritakan semuanya disini. Karena lumayan banyak hal yang kuperbincangkan dengannya. Salah satu adalah komitmen. Satu prinsip dimana aku sinkron dengannya, ini pertamakalinya setelah sekian lama hampir setiap hari berdebat soal pendapat hehe

Terimakasih karna sudah mengisi masa SMA-ku dengan pernyataan yang bisa membuatku berfikir apa yang tak bisa kutebak. Tetaplah menjadi seorang kristis seperti biasa yang tidak berada di ruangan ICCU!

0 komentar:

Posting Komentar