Sabtu, 13 Juli 2013

[FF] I Love You For A Thousand Years (1)

Author: Deby-Kyu
Genre: Romance, Angst & Friendship
Cast: Yoon Doo Joon (BEAST)
Jang Hyun Seung (BEAST)
Dinda Desita Antari as Lee Yuiri (SPECIAL GIRLS)
Kim Somi (Author)
Cameo: Member other SPECIAL GIRLS & CUBEent


12.34 p.m
“Kenapa harus Paris yang kaupilih?”
“Maksudmu apa yang kupilih? Aku tidak memilih ini semua!”
“Lagi-lagi eomma?”
“Iya, kau tau sekarang? Sudah 13 tahun kau mengenalku apalagi mengenal sifat eomma sekeras baja tidak akan pernah bisa menang darinya” ujarku menghela nafas panjang
“Ck, keterlaluan” jawab yeoja dengan rambut sepanjang bahu dengan kesal
“Somi-ya mianhae” balasku memeluknya, dia hanya terdiam tanpa mau berkata apa-apa

Ya aku tau hal ini sangat berat untukku dan Somi tapi apa daya aku tidak bisa melawan eomma apalagi sekarang appa sudah dialam baka dan oppa pergi mengurusi bisnisnya sendiri. Sekarang apa yang harus kau lakukan Lee Yuiri? Ya Yuiri adalah namaku dan margaku ada Lee. Namaku aneh ya? Ini pemberian dari nenekku karena dia sangat menyukai penyanyi Jepang yang bernama Yui makanya aku diberi nama seperti ini. Aku sebenarnya 3 bersaudara hanya saja dongsaeng menghilang entah kemana aku juga merindukannya tapi bagaimana aku tau tempat dia sekarang? Sudah lupakan dia dulu, sekarang gadis yang baru saja naik kelas 12 SMA ini mau pindah ke Paris untuk mendapat ijazah sekolah disana! Apakah itu tidak kebacut? (red: keterlaluan)
Eomma memberikan yang terbaik untukku, supaya aku dapat bekerja melanjutkan usaha dari eomma dengan ijazah luar negeri. Menurutku ini menakutkan seakan-akan aku diperkejakan. Tidak! Aku menolak itu semua, aku melakukan ini hanya karna demi keluarga semata-mata hanya itu tidak lebih aku jelas tidak mau meninggalkan SMA FiveS (red: SMA 5(FIVE) Surabaya(S)) inilah tempatku aku sudah nyaman disini, aku tetap bersama sahabatku dari TK sampai SMA dan disini aku menemukan cinta pertamaku . . .

“Kau jangan melamun terus!” bentaknya (sedikit) dan memukul bahuku
“Aku gak ngelamun kok” balasku memukul
“Anak terpintar di kelas A SMA FiveS akan keluar dan melanjutkan sekolah di Paris sungguh ironis” jujur kata-kata dari Somi menusuk
“Sudahlah kau jangan perdebatkan masalah ini lagi!” bentakku marah
“Aku juga tidak tau apa yang dipikiran eomma, bisa-bisanya dia seperti itu memikirkan tubuhnya saja” ceplos Somi
“Somi cukup kau mengejek eomma! Bukannya kau juga sudah menganggapnya eomma juga?” jawabku makin tidak terima
“Ak.. ak.. aku memang menganggapnya eomma karna aku tidak pernah punya eomma” jawabnya tertunduk tiba-tiba
“Ya aku paham sekarang, kita saling melengkapi disaat kau tidak punya eomma aku punya tapi disaat aku tidak punya appa kau memilikinya” jawabku tersenyum tipis
“Yeah, it’s not a problem right? I hope your eomma think twice again” kata Somi dengan melasnya
“Yes, i hope also” jawabku mantab, meskipun itu berat

“Sayang, Somi ayo turun kalian belum makan siang!” tiba-tiba suara eomma memecahkan kesunyian diruang kamarku
“Nee” jawabku dan Somi serempak dan kita langsung menuju meja makan, hari ini spesial eomma yang memasak

“Gamsayo eomma” ucap Somi dengan mupeng(red: muka pengen)nya seakan-akan air liurnya ingin menetes ketika melihat makanan diatas meja
“Thanks eomma” kataku lembut
“Idatakimasu! (red: selamat makan (Japanese language))
Aku melihat Somi memakan masakan eomma dengan lahap, sebenarnya aku sangat tau bahwa Somi tidak berpikiran buruk pada eomma hanya dia tidak mau kehilanganku jadi GR gini ya tapi rasanya begitu aku juga tidak mau meninggalkannya. Somi adalah sahabatku sejak TK bahkan sekolah kami selalu sama sampai SMA, marganya Kim jadi Kim Somi. Dia hanya tinggal bersama oppanya karena appanya sibuk dengan pekerjaan di luar negeri well sama denganku makanya kita bisa seakrab ini karena latar keluarga kita tidak jauh beda.

“Apa eomma serius menaruh Yuiri ke Paris?” tanya Somi dengan muka serius yang sontak membuatku kaget dan eomma
“Kenapa memangnya?” tanya eomma balik, aku hanya melihat mereka berbicara
“Berarti dia akan meninggalkan Korea selama 1 tahun dan kemudian bekerja disana? Terus Yuiri akan jarang pulang ke Korea dan jangan-jangan eomma juga pindah ke Paris” celoteh Somi, eomma diam sejenak dan menatap Somi dengan tajam
“Kamu tidak akan selamanya dengan sahabatmu” ujar eomma tegas, dan itu jleb bagiku maupun Somi
“Eomma..” kataku ragu dan menatap Somi yang mematung didepan eomma “Apa perkataan eomma...”
“Kalian tidak akan selamanya bersama, ada saatnya kalian harus menjalani kehidupan masing-masing. Apalagi kalian sudah 13 tahun berteman itu sudah lama untuk menjalani masa sahabat dan kalian sudah dewasa jangan anggap ini masih dalam permainan belaka seperti biasanya. Waktunya kalian melihat masa depan, lulus dengan hasil yang baik, bekerja, menikah, membina sebuah keluarga. Hal ini tidak bisa menjalaninya dengan sahab..”
“Aku pulang dulu..” Somi mencelah perkataan eomma yang mencelah perkataanku
“Somi!” panggilku sambil mengejar Somi yang langsung meninggalkan meja makan

“Somi, tunggu!” kataku ngos ngosan mengejarnya
“Gwenchanayo, ini bukan salahmu Yuiri. Hmm tapi aku harus memikirkan ini baik-baik. Jaga kesehatanmu! Lusa kau berangkat, tenang aku pasti datang di bandara” jawab Somi tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca

Kemudian hanya bekas angin yang ia tinggalkan diterasku aku merasa terpukul mendengar perkataan eomma yang sulit diduga. Eomma sepertinya bermaksud memisahkan kita Somi, aku tau perkataan tadi itu sangat menusukmu dan juga aku . . .
Saat aku memasuki kamarku aku melihat foto kami berdua ya Somi dan aku, ketika bersamanya aku meresakan inilah temanku dia juga selalu memujiku dan dia anak keras kepala yang kutemui hehe aku melihat foto disebelah ya itu cinta pertamaku dan 1st my namjachingu aku...
“Kita akan tinggal di Paris” sontak perkataan eomma yang tanpa mengetuk pintu masuk ke kamarku dan aku hanya menatapnya kosong

Author;s Pov
Besoknya.
“Apa? Yuiri mau pindah ke Paris?” ucap seorang namja yang shock mendengar kata-kata dari seorang yeoja(red: perempuan) dengan tertunduk lesu
“Kau yakin Somi?” jawab namja(red:laki-laki) satunya dengan muka tidak percaya
“Apakah mukaku kelihatan bohong? Aku kemarin mendengarnya sendiri dari eommanya, eomma ingin memisahkanku dengan Yuiri karena itu demi masa depannya” jawab yeoja yang dipanggil Somi dengan lugas
“Lantas apa yang kita harus lakukan?” balas namja yang disebut, Doojoon.
“Mollaseo” jawab Somi pasrah
“Ah, bagaimana kalau kita ikut dia ke Paris” itulah ide dari Hyunseung, teman Somi dan Doojoon
“Kau benar!” jawab Doojoon, dan mereka tos “Hei kenapa kau tidak senang?” tanya Doojoon pada Somi yang masi tertunduk
“Ketika aku mendengar kata-kata dari eomma, aku sudah pikirkan itu matang-matang pasti seorang eomma akan memberikan yang terbaik pada anaknya dan masa depan memang tidak bisa akan bersama sahabat. Aku sudah putuskan bulat-bulat kemarin bahwa aku tidak akan mencampuri urusannya” jawab Somi tegas dengan tatapan sedih
“Somi dengar, memangnya kenapa kalau kita ke Paris? Kita bisa sekolah disana juga kan? Tidak bermaksud mencampuri urusannya Yuiri” kata Hyunseung
“Tapi tetap saja tujuan utama kita adalah Yuiri bukan sekolahnya” jawab Doojoon serius dan menatap Hyunseung maupun Somi
“Ya aku tau Doojoon dia yeojamu tapi bagaimana lagi? Katanya kau dan Somi tidak mau berpisah dengannya itu jalan satu-satunya” balas Hyunseung dengan santai
“Tapi eommanya pasti akan tau kalau kita berada disana” kata Somi
“Kalau itu pasti, bagaimana supaya dia kembali ke SMA FiveS lagi dan kumpul bersama kita disini? Kurang 1 tahun sayang sekali” ujar Doojoon bingung
“Apa perlu kita stay in Paris dan menjalani kehidupan disana?” tanya Hyunseung dan langsung muka sinis dari Doojoon dan Somi terlempar kearahnya “Ohh, kalian tidak setuju arraseo arraseo (red: mengerti)”
Keheningan mulai menyebar disuasana hati mereka, satu yeoja tidak mau kehilangan sahabatnya satu namja juga tidak mau kehilangan yeojachingunya pergi dan satu namja lagi tidak ingin melihat kedua sahabatnya sedih dengan kepergian Yuiri disamping itu ada lagi yang disembunyikan Hyunseung . .
“Bagaimana sekarang?” tanya Somi memecahkan keheningan
“Kita tetap ikuti rencana Hyunseung, mengikutinya ke Paris” jawab Doojoon tegas
“Jinjayo?” sahut Hyunseung senang
“Hmmm..” Somi menjeda kalimat yang akan terucap dimulutnya “Ak..aku takut Doojoon” kata Somi gemetar
“Guys, Yuiri mau pindah ke Paris!!” tiba-tiba terdengar suara dari Yoseob yang baru masuk kelas dan teman-teman yang ada dikelas kaget mendengar berita tersebut
“Yoseob...” kata Hyunseung berdiri melihat Yoseob
“Eh? Kalian pasti sudah tau terlebih dulu-kan?” ucap Yoseob
“Ne” jawab Somi tersenyum pada Yoseob
“Eh kau cantik jika tersenyum..” gombal Yoseob tersenyum juga
“Geez, lagi-lagi modus deh Yoseob...” ejek Hyuseung melirik Yoseob
“Jihyun seongsenim sudah datang!!!” teriak Dongwoon yang baru saja dari toilet
“Duduk duduk” gerusa-gerusu para murid di kelas A tersebut
“Selamat siang murid-murid” sapa Jihyun seongsenim, guru Pendidikan warga negara ini
“Selamat siang seongsenim” sapa kembali para murid
“Sekarang kita buka halaman 15 bla bla bla” Jihyun seongsenim sudah mulai menerangkan, sementara itu Doojoon yang hatinya masih bimbang atas kepergian yeojachingunya dia tertegun memandangi dompet yang berisi fotonya dengan Yuiri. . . (MV I Like You-BEAST)

Author;s Pov End

Doojoon;s Pov

Entah sekarang apa yang ada dipikirkanku? Kacau! Sangat kacau, bisa-bisanya Somi baru memberitauku hari ini dan besok adalah hari keberangkatan Yuiri, sekarang Yuiri tidak masuk sekolah bagaimana aku bisa melihat wajahnya? Aku merindukannya . . .
Kulihat wajah Somi yang benar-benar terpukul dengan kepergian sahabatnya, apalagi aku yang akan menjadi calon suaminya meski masih SMA aku yakin dia adalah yeoja sejatiku. Tapi kenapa rintangan cinta kita begitu bulet aku tidak begitu mengerti kehidupan ini. Haruskah aku memutuskan hubunganku dengannya? Long distance relationship? Atau aku harus meninggalkan orang tua demi Yuiri? Aku tau dia hanya di Paris untuk sekolah dan mendapat ijazah luar negeri yang bagus tapi kalau eommanya menetap di Paris bagaimana? Apa yang harus kulakukan supaya hubungan yang sudah berjalan 2 tahun ini tetap?
“Tuan Doojoon”
“Tuan Doojoon” panggil Jihyun seongsenim
“Doojoon!!” bentak Jihyun seongsenim membuatku kaget
“Akh, eh ne?” jawabku gugup
“Kau bisa memperhatikan pelajaran sebentar? Jangan melamun lagi” tegur Jihyun seongsenim melirikku tajam “Nah bagaimana tentang hal ini untuk negara bla bla bla”
Aku benar-benar tidak bisa kosentrasi belajar, ini sangat mengusikku. Baiklah nanti aku kesana.

Doojoon;s Pov End
Hari ini aku tidak masuk sekolah karena disuruh eomma untuk istirahat, keberangkatku hanya tinggal beberapa jam lagi ya aku akan berangkat dini hari sekitar 10 jam lagi. Aku tidak habis pikir seringkali aku mengatakan hal ini tapi bagaimana lagi? Aku memang benar-benar tidak mengerti tentang apa perkataan eomma kemaren setelah Somi pulang
“Kita akan tinggal di Paris”
Begitulah katanya, aku tidak mengerti semua ini!?? Aku bingung tentang rencana eomma padaku, bukannya dia mengerti bahwa aku sudah memiliki namjachingu dan aku tidak mau meninggalkannya. Jangan-jangan eomma sudah menjodohkanku dengan namja lain??? NO! Itu tidak boleh terjadi, aku harus bilang ke eomma! Ketika aku sudah beranjak dari tempat tidur eommaku sudah berada didepan pintu
“Eomma?” ucapku kaget
“Kau mau kemana?” tanya eomma mendekatiku
“Hmm aku ingin mengatakan sesuatu pada eomma” kataku ragu-ragu dan duduk ditempat tidurku serta eommaku juga
“Cerita saja” eommaku tersenyum
“Rencana eomma apa? Eomma tidak menjodohkanku dengan namja lain-kan?” tanyaku penasaran dan curiga (kata-kata yang gak efektif)
“Hmm kau benar-benar ingin tau?” tanya eomma menyelipkan rambutnya dibelakang telinganya, aku mengangguk “Sebenarnya tanah impian kita ber-5 (Lee’s family) yang dikatakan appa adalah Paris bukan disini. Eomma mau menggenapi hal tersebut supaya appa senang disana” jawab eomma mantab
“Jinjayo? Eomma kenapa kau tidak mengatakannya sejak aku SMP? Atau seharusnya kita tidak perlu pindah kesini!” jawabku kecewa dengan penjelasan eomma
“Bukannya kamu yang minta menetap disini?” tanya eomma
“Aku? Kapan?” tanyaku kembali
“Saat kau berusia 4 tahun kau mengatakan itu pada eomma dan appa
“Aku akan tetap disini eomma appa, aku sudah menemukan teman yang baik hati namanya Kim Somi aku belum pernah mendapat teman sebaik Somi di Paris appa, jadi jangan pindah kesana ya”
Demi kebagiaanmu appa menetap disini, dongsaeng dan oppamu juga lebih suka menetap disini. Appa sangat ngalah sama kalian tapi kali ini eomma mohon kamu ngalah pada eomma untuk yang terakhir kalinya. Apakah Yuiri tidak ingat perkataanya sendiri saat berumur 4 tahun?” penjelasan eomma seakan-akan ada pisau yang tertancap diotakku
“Aku aku pernah mengatakan hal itu? Kenapa aku sama sekali tidak ingat?” kataku tertunduk
“Bagaimana mungkin kamu lupa, kau benar-benar melupakannya?” tanya eomma balik “Sebenarnya eomma tidak ingin memisahkan kalian hanya kendati appa yang sudah meninggal dan ingin sekali dia tinggal bersama keluarganya disana”lanjut eomma menatapku
“Tapi eomma aku sudah punya namjachingu, apakah dia harus kutinggalkan? Sudah 2 tahun eomma..” jawabku sedih
“Sayang namja bukan hanya dia..”
“Aniya! Aku memiliki komitmen dengannya, bahwa dia adalah calon suamiku kelak aku tidak mau berpisah dengannya” sedikit bentakan yang kuberikan pada eomma
“Hufft.. Terserah, eomma memang tidak menjodohkan dengan namja lain tetapi namjachingu-mu bisa menunggu mu? Atau dia mau ikut ke Paris?” ucapan eomma membuatku pesimis untuk meninggalkan Korea
“Kalau gitu aku tetap tinggal di Korea” jawabku mantab
“ANIYA!(red: tidak) kau tidak bisa melakukan itu, oppamu sekarang tinggal di Paris masa kau tidak mau berkumpul bersama-sama lagi? Lihat keluargamu hanya 2 eomma dan oppa! dongsaengmu menghilang dan appamu meninggal, kamu tidak kasihan melihat eomma berhutang pada appa?” ucap eomma meninggi
Aku hanya terdiam dan memikirkan perkataan eomma barusan . . .
“Oppa juga mengapa lebih mementingkan bisnisnya daripada kita!” aku tetap membela diri
“Bisnis yang oppa jalani itu juga bekerjasama dengan perusahaan appa, selain itu rumah idaman appa hanya oppa yang tinggal dia hanya tinggal sendiri disana!” jawab eomma tidak mau kalah dengan perkataanku
“Eomma, aku benar-benar tidak bisa meninggalkan Korea. Aku sangat sayang dengan negara ini, Seoul kota kelahiranku aku aku gak sanggup eomma, kalau appa yang menyetujui kita menetap kenapa eomma masih memaksa?” kataku tetap membantah perkataan eomma
“Yasudah kalau kamu benar-benar tidak mau tinggal di Paris, kamu tidak mau menuruti apa yang eomma katakan...”
“Oke, aku akan menurut! Tapi kumohon hanya bersekolah disana! Aku tidak mau tinggal” selaku meninggalkan eomma

Ya aku terus berlari hingga aku sampai disuatu tempat, tempat yang selalu ada ketika aku stres dan sedih taman belakang sekolah dan entah kenapa aku disini kenapa aku malah ke sekolah sementara aku bolos hari ini. Tapi aku ingin melihat taman ini yang terakhir kalinya aku sepertinya akan meninggalka tempat ini meskipun tadi aku bilang ke eomma seperti itu aku harus tetap menurut apa perintah appa.

“Yuiri?” sontak membuatku kaget karena kedatangan suara itu
“Doojoon” jawabku pelan tanpa kuperintah dia langsung memelukku (aduh-duh envy deh-_-)
“Kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal? Aku tidak ingin kelihanganmu dan kenapa kau ada disini tetapi tidak masuk sekolah?” pertanyaan Doojoon tak henti-hentinya tentang menguatirkan diriku
“Mianhae(red: maaf) aku diberitau eomma juga dadakan, aku juga tidak ingin kehilangan Doojoon, aku hanya bersekolah disana kok tapi nanti aku akan kembali” ucapku bohong menahan air mata yang sudah terbendung dikelopak mataku
“Aku akan kesana” balas Doojoon mantab melihat mataku
“Maksudnya?”
“Aku akan ikut ke Paris bersamamu” jawab Doojoon lagi
“Jinjayo??” ucapku tak percaya
“Ne” dia tersenyum tulus, aku langsung memeluknya erat

“Kok kau tau kalau aku disini?” tanyaku pada Doojoon
“Ini feeling haha sebenarnya masih ada pelajaran lagi seusai Jihyun seongsenim mengajar aku kabur haha mungkin pelajaran jamnya Gayoon seongsenim” kata Doojoon diselingi dengan tawa kecil
“Harusnya aku masuk karena ada Jihyun seongsenim” kataku kecewa
“Hahaha makanya jangan bolos” ucap Doojoon mengacak-acak rambutku
“Rambutku yang indah jangan diacak-acak”
“Perasaan rambutmu tadi udah berantakan” ya dia memperhatikanku, aku baru beranjak dari tempat tidur tadi
“Sudahlah” aku membenahi rambutku
“Setelah pulang sekolah kita jalan-jalan yuk, mau nonton gak?” tawar Doojoon tersenyum seolah-olah dia ingin aku terhibur
“Boleh, asalkan kau yang bayari” jawabku melet
“Padahal kemarin aku yang bayarin, gantian dong”
“Loh yang ngajak siapa, ya yang harus bayarin” balasku tak terima
“Okelah tuan putri” kata Doojoon dengan brightly smile-nya

Author;s Pov
Setelah pelajaran selesai, Doojoon segara kembali ke kelas untuk mengambil tasnya. Sementara Hyunseung dan Somi bingung karena Doojoon yang tidak kelihatan ketika pelajaran tiba-tiba muncul dan langsung membawa tas-nya
“Hei bro, kamu mau kemana???” tanya Hyunseung mencegat Doojoon
“Aku mau pergi” jawabnya singkat dan berusaha menyingkir lengan Hyunseung
“Kemana?” tanya Somi beranjak dari bangku yang ia duduki sejak tadi
“Rahasia” dan akhirnya Doojoon berasil menyingkirkan lengan Hyunseung
“Heh!!”

“Mau kuantar?” tawar Hyunseung pada Somi
“Boleh, terimakasih ya” jawab Somi


at XXI (Sejak kapan di Korea ada XXI?)
“Kau mau nonton apa?” tanya Doojoon sambil melihat-lihat layar jadwal
“Fast Furious 6!” kata Yuiri bersemangat
“Kau belum nonton?” tanya Doojoon kaget
“Belum, pasti Doojoon sudah! Ah!!!!” rengek Yuiri
“Stt, aku juga belum” sebenarnya Doojoon bohong
“Oh kupikir sudah, aku jadi teringat Fast Furious 5” ucap Yuiri tersenyum tipis
“Kau menonton dengan teman SMPmu?” tanya Doojoon dan jawabannya tepat
“Kok tau?”
“Somi yang cerita hehe”

Ya bagaimanapun teman-teman SMP Yuiri adalah yang terpenting juga, mereka sebenarnya ber6 hanya saja memisah untuk mencari hal yang baru, apa yang dikatan ibunya Yuiri ada benarnya “tidak mungkin bersama selamanya”. Tapi sahabat tetaplah sahabat hal itu yang terlintas dipikiran Yuiri tidak akan bisa terputus dengan seenaknya, Youngin (Han Can Gi) yang sekarang berada di Jepang sudah membuka bisnis Sushi-nya pengusaha termuda di Yokohama sementara Seulgi (Kim Min Ah) dia sudah meraih peringkat no.1 di sekolah yang sekarang, bangga pasti dan ia bertekad untuk menjadikan dirinya Dancer yang bisa keliling dunia, lanjut yaitu Daoni (Ahn Jung Ah) dia seorang modeling yang bisa menghabiskan memorycard 4GB isinya selca saja, ditambah 8GB pemotretan untuk sampul majalah maupun red carpet, satu lagi Yoora (Shin Min Ra) perempuan yang agresif tentang Indonesia, dia sangat suka yang namanya lontong balap masakan khas Surabaya (kota di Indonesia, ibukota Jawa Timur) maksudnya dia mengerti seluk beluk Indonesia Sejarahwan *sejujurnya Author bingung, tp mudeng | dan yang terakhir adalah Somi dia juga teman 6sekawan diSMP hanya dia yang sama sekolah denganku.

“Chagi?”
“Apa sih? Lihat dong filmnya mau mulai” ujar Yuiri berbohong padahal sebenarnya dia memikirkan Doojoon maupun teman-temannya
“Oh ya” jawab Doojoon singkat

Maafkan aku Doojoon itulah yang dikatan Yuiri dalam hati

Setelah menonton film, mereka menuju food court untuk makan malam bersama, well Doojoon yang menaraktir semua maklum dia namja. Karena besok adalah kepergian Yuiri meninggalkan ibukota Korea Selatan, Doojoon membuat sesuatu yang beda pada h-1 padahal Doojoon akan menyusul bersama Somi dan Hyunseung.

“Kau serius mau menyusulku ke Paris?” tanya Yuiri yang masih bimbang tentang keputusan yang dibuat Doojoon, padahal Hyunseung yang mengusulkan
“Hmm aku belum tau, karena aku belum mempersiapkan sepenuhnya” jawab Doojoon lesu
“Doojoon gak perlu kesana demi aku, Yuiri pasti pulang kesini” balas Yuiri dengan tersenyum ikhlas tetap hatinya sangat sakit ketika mengatakan hal tersebut
“Iya, aku akan mempertimbangkannya lagi” ucap Doojoon menatap Yuiri “Kenapa kau tidak memberitauku langsung?”
“A.. a..aku gak tau harus bilang apa? Jadi aku tidak memberitaukan ke siapapun kecuali Somi” jawab Yuiri tertunduk
“Kau harus buktikan pada eomma-mu, bahwa nilaimu bagus” kata Doojoon menyemangati Yuiri
“Ne, Doojoon gomawo”
“Tadi nona pesan nasi goreng dan bakmi ya? Ini silakan menikmati” ternyata pelayan yang sudah ditunggu selama 5 menit akhirnya datang dan membawakan pesanan mereka
“Gamsahamnida” kompak Doojoon dan Yuiri

Menikmati makanan dengan hati yang sedang tidak karuan memang membuat mereka juga tidak menikmati makanan tersebut, mereka bingung dengan pikiran masing-masing dengan tetap fokus pada makanan tapi disatu sisi pemikiran mereka kacau kacau dan kacau. Sepasang kekasih harus terpisah karena salah satu orang tua dari mereka yang memisahkan mereka, Yuiri seorang yeoja yang menemukan cinta pertamanya disini harus meninggalkan demi SMA yang disarankan oleh eommanya. Sementara Doojoon harus merelakan kepergian dari sang yeojachingu untuk menunggunya beberapa tahun.

“Doojoon, aku gak mau seperti ini terus” Yuiri yang tiba-tiba mengatakan itu, Doojoon tersedak karena kaget “Gwenchana?” cemas Yuiri memberikan air mineral
“Ne, gwenchana” jawab Doojoon sambil meminum
“Aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini” kata Yuiri mantab
“Mwoya? Aniya! Kau jangan terpaksa mengatakan ini Yuiri..” ucap Doojoon sangat kaget
“Doojoon, aku akan menetap di Paris bukan cuma sekolah disana MENETAP” Yuiri menekan kata yang tercapslock
“Yuiri aku tidak mau kamu mengatakan ini terpaksa, jelas-jelas kamu mencintaiku aku mencintaimu” tekan Doojoon pada Yuiri
“Tapi kita tidak akan ketemu Doojoon”
“Enggak, Yuiri kita akan bersama sampai kakek-nenek” balas Doojoon lembut dan setengah marah
“Doojoon aku takut” kata Yuiri tertunduk dan air mata telah membasai pipinya
“Yuiri...” Doojoon mendekati kursi yeojachingunya
“Hiks hiks hiks” isak Yuiri
“So, i don’t wanna make you cry and stay with me”

***

Dini hari tepat jam 2 pagi.

“Hey girl, i am here” sapa yeoja yang sepertinya menunggu sahabatnya datang
“Kau sudah disini cepat sekali?” kaget yeoja itu
“Hmm aku sudah janji akan datang ke bandara kan?” jawabnya
“Somi kau beneran mengantar Yuiri?” tanya seorang paruh baya pada yeoja yang menunggu di bandara sejak jam 1 pagi
“Ne eomma” jawab Somi tersenyum tipis
“Kau jangan menyusulku ya, bilang sama Doojoon juga” bisik Yuiri memegang erat tangan Somi
“Hmm iya” jawab Somi singkat dan tersenyum tipis seperti yang ia lakukan tadi

“Diharap calon penumpang segera memasuki kawasan penerbangan 20 menit lagi pesawat BLABLA akan take off menuju Paris, sekali lagi.......”

“Well, pengumuman sudah menyuruhmu segera meninggalkanku”
“Somi, aku janji akan kesini!” kata Yuiri memeluk sahabatnya itu dengan erat
“Yeah, i’m waiting” jawab Somi lesu
“Ayo Yuiri sudah saatnya kita berangkat” ajak eomma Yuiri yang sejak tadi hanya melihat anaknya tidak rela
“Ya eomma” jawab Yuiri seraya melepas pelukan dari Somi
“Hati-hati ya!!! Jaga kesahatan disana jangan lupa telepon aku!!!!!” teriak Somi sambil melambaikan tangannya
“Iyaa!!!!!” sahut Yuiri yang terus berjalan melihat kebelakang

TO BE CONTINUE . . .

0 komentar:

Posting Komentar